Wayang Golek Berasal Dari

Wayang Golek Berasal Dari – Jika anda mendengar istilah wayang golek apa yang anda bayangkan? Mungkin saja sebuah boneka kayu yang digerak-gerakan dengan iringan musik. Pastinya setiap orang sunda khususnya yang berada di Jawa Barat mengenalnya.

Bagi mereka inilah kesenian kesukaannya yang sangat menghibur dan sayang untuk dilewatkan. Dalam berbagai acara seringkali pergelaran wayang golek tampil dipenuhi para penonton. Misalkan saat perayaan HUT RI 17 Agustus, hajatan pernikahan, hajatan sunatan dan lain sebagainya.

Wayang golek merupakan warisan budaya sunda yang saat ini terus dilestarikan keberadaannya di masyarakat. Di wilayah Cirebon, Banten, Jawa Barat, hingga wilayah perbatasan Jawa Tengah sangat mudah bagi sobat menikmati pergelaran wayang golek tiga dimensi.

Bahkan kesenian ini bukan hanya terkenal di Indonesia tapi juga hingga ke mancanegara. Salah satu dalang wayang golek yang terkenal di dalam negeri hingga ke luar negeri adalah Asep Sunandar Sunarya.

Wayang Golek Berasal dari Sunda

Wayang Golek Berasal Dari

Berbeda dengan wayang kulit berasal dari daerah Jawa yang memiliki dua dimensi, wayang golek sunda mempunyai tiga dimensi.

Beberapa pakar atau ahli sepakat bahwa wayang golek sunda adalah suatu bentuk boneka terbuat dari kayu yang dijadikan tokoh pewayangan yang ditampilkan dalam bentuk cerita pewayangan yang sangat menarik. Umumnya bercerita tentang perseteruan antara kubu pandawa dan kurawa. Yang pada akhirnya dimenangkan oleh kubu Pandawa lima.

Wayang golek sunda tidak terbuat dari bahan jenis kayu biasa. Namun terbuat dari kayu pilihan yang diukir rapi lalu dicat sehingga menjadi boneka sangat indah dengan karakter masing-masing.

Misalkan karakter Cepot, Dewala, Semar, Arjuna, Gatot Kaca, dan lain sebagainya. Kesenian wayang golek sunda dipengaruhi oleh kebudayaan India dalam epik Mahabarata.

Fungsi Wayang Golek

Wayang Golek Berasal Dari

Sebuah pergelaran wayang golek tidak dipentaskan secara sembarangan. Melainkan mempunyai tujuan dan fungsi tersendiri. Bagi anda yang belum mengetahuinya, berikut ini beberapa fungsi  pergelaran wayang golek di tanah air, antara lain :

1. Sarana dakwah

Untuk menyebarkan dakwah Islam di pulau Jawa, wali songo melakukan pendekatan melalui kesenian wayang golek. Yang di dalamnya diselipkan ajaran-ajaran agama Islam beserta kisah kepahlawanan Islam.

2. Pendidikan kepada masyarakat

Di dalam cerita pewayangan golek bisa diselipkan beberapa kalimat yang berisi edukasi kepada masyarakat.

3. Sarana bercerita

Manusia lebih senang mendengarkan nasihat dengan cara cerita. Dan wayang golek merupakan sarana bercerita untuk edukasi bagi para penonton.

Seiring dengan kemajuan jaman dan arus modernisasi, perkembangan wayang golek di Indonesia semakin tergerus dengan kesenian yang menggunakan gaya modern.

Walaupun demikian, pemerintah tetap melestarikan dan menjaga kebudayaan asli sunda ini disebabkan mempunyai peranan yang penting dalam nilai sejarah dan kesenian rakyat yang menghibur.

Asal Usul Wayang Golek Berasal dari mana?

Wayang Golek Berasal Dari

Segala sesuatu mempunyai asal usul dan sejarahnya masing-masing. Begitu pula dengan wayang golek. Konon keberadaan wayang golek di Indonesia tak bisa dilepaskan dari wayang kulit.

Disebabkan wayang golek merupakan hasil pengembangan dari wayang kulit. Sehingga lahirlah keberadaan wayang golek berbahasa jawa.

Tahun 1548, salah seorang wali sanga bernama Sunan Kudus menggelar pertunjukan wayang yang terbuat dari kayu laksana boneka tiga dimensi berbahasa Jawa pada siang hari.

Bertujuan sebagai sarana dakwah di tengah-tengah masyarakat setempat. Yang kemudian disebut sebagai cikal bakal lahirnya wayang golek jawa di daerah pesisir utara.

Sejarah Wayang Golek Dalam Bahasa Sunda

Popularitas wayang golek semakin meningkat pesat saat itu. Hingga menyebar ke daerah sunda. Dari kalangan rakyat jelata sampai bangsawan ikut menikmati pentas seni wayang golek yang diadakan secara rutin oleh pemerintahan setempat. Pada era kesultanan Mataram, popularitas wayang golek jawa mulai kalah oleh wayang golek berasal dari bahasa sunda.

Pergelaran wayang golek Sunda pertama kali dipentaskan di daerah Jawa Barat ketika Kerajaan Demak di pimpin oleh Raden Patah. Selanjutnya diteruskan oleh para wali sanga yang bertujuan menyebarkan agama Islam di pulau Jawa melalui seni wayang golek.

Contohnya di tahun 1568, Sunan Gunung Djati di Cirebon menggunakan kesenian wayang golek sebagai sarana dakwah dalam rangka menyebarkan agama Islam secara lebih luas di nusantara.

Wayang golek di daerah Priangan yang berbahasa Sunda masih dipengaruhi oleh ajaran Hindu. Hal ini tak terlepas dari wilayah ini merupakan bekas daerah kekuasaan kerajaan Sunda Pajajaran. Adapun alur cerita yang dipakai mengikuti versi jawa dengan sejumlah penambahan tokoh pewayangan seperti cepot, gareng, semar, dll.

Pada tahun 1601 sampai tahun 1635 merupakan masa puncak kejayaan seni wayang golek. Dimana para penggemar wayang golek meningkat sangat pesat. Dari berbagai usia dan kalangan. Sepert bangsawan dan rakyat biasa.

Sedangkan menurut ahli sejarah, Dr Th Pigeaud bahwasanya keberadaan wayang golek berbahasa sunda di tanah air dimulai dari ide Bupati Sumedang untuk membikin wayang golek berdasarkan inspirasi keberadaan wayang kulit di Indonesia.

Adapun alur cerita yang dijalankan berdasarkan kisah epik Mahabarata dan Ramayana. Perubahan wayang golek mencapai akhir di abad ke-20 dimana bentuk wayang golek sudah sempurna seperti yang kita saksikan saat ini.

Jika dahulu untuk menyaksikan pergelaran wayang golek hanya bisa dilakukan oleh kaum bangsawan. Namun saat ini masyarakat umum dapat menonton pergelaran seni wayang golek melalui berbagai cara. Seperti menonton di youtube, berbagai pentas seni, acara hiburan, sunatan, syukuran, pesta pernikahan dan lain sebagainya.

Persiapan Memainkan Wayang Golek

Bagi anda yang ingin memainkan kesenian wayang golek diperlukan beberapa properti yang perlu disiapkan terutama adalah dalang, sinden dan tokoh wayang golek.

Seperti cepot, semar, arjuna dll. Anda bisa membeli tokoh wayang golek di berbagai toko galeri seni terdekat. Harga wayang golek sangat terjangkau bagi semua kalangan. Dikisaran ratusan ribu rupiah.

Kemudian untuk menggerakkan wayang golek, sobat bisa menggunakan tangan. Yang disertai dengan tokoh wayang lainnya.

Sediakan pula alur cerita yang menarik sehingga menjadi sebuah pergelaran seni wayang yang menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat luas. Pastikan setiap tokoh pewayangan mempunyai karakter dan watak yang berbeda-beda. Begitupula dalam soal gaya bicara dan suara.

Perkembangan Wayang Golek di Jaman Modern

Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin canggih, perkembangan wayang golek berbahasa sunda dan jawa di Indonesia mengalami perubahan yang sangat tinggi. Ada beberapa kalangan yang menggabungkan kesenian wayang golek tradisional dengan berbagai properti berteknologi canggih.

Misalkan menggunakan latar dengan pencahayaan modern. Walaupun seni wayang golek mengalami perubahan ke gaya modern namun tetap saja nilai-nilai rohani dan kebijaksanaan dalam seni wayang golek tetap dipertahankan.

Di abad modern saat ini, wayang golek bukan hanya dijadikan alat untuk memperagakan seni wayang golek yang menarik dan menghibur. Tapi lebih dari itu.

Wayang golek sudah terbiasa dijadikan cenderamata atau oleh-oleh bagi mereka yang tengah berkunjung ke daerah Jawa Barat. Ada banyak tokoh wayang golek yang biasa dijadikan cenderamata seperti Cepot, Semar, Srikandi, Arjuna, Sinta, Rama dan lain-lain.

Berdasarkan analisis penulis di lapangan, tokoh wayang golek yang paling banyak disukai dan dibeli para wisatawan lokal adalah cepot yang seluruh tubuhnya berwarna merah.

Karena sangat populer dengan tingkah lakunya yang sangat lucu, menghibur dan unik. Bahkan tokoh wayang yang dijadikan cenderamata tersebut kemudian menjadi pajangan atau hiasan interior di rumah.

Itulah penjelasan mengenai wayang golek berasal dari mana, fungsinya, dan sejarah. Semoga dengan artikel ini bisa membantu melestarikan kesenian Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *