sejarah tari kecak

Sejarah Tari Kecak

Sejarah Tari Kecak – Bali merupakan salah satu tempat wisata yang paling terkenal di Indonesia. Ada banyak destinasi wisata di pulau dewata ini seperti pantai sanur, kuta dan lain sebagainya dengan dukungan sarana akomodasi dan penginapan.

Dan yang tak kalah penting, pulau Bali juga mempunyai beragam adat istiadat dan seni tari yang populer dan dikagumi banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Salah satunya adalah tari kecak.

Melalui layar televisi maupun ketika sobat sedang berlibur ke pulau Dewata Bali pastinya sobat pernah menyaksikan pertunjukan tari kecak yang sangat menghibur dan berestetika tinggi. Tari ini bersifat kolosal. Dalam arti dimainkan oleh banyak orang.

Banyak orang yang bertanya-tanya mengenai asal usul tari kecak dan apa makna di dalamnya. Untuk mengetahui sejarah tari kecak beserta filosofi dan penciptanya maka simak terus artikel ini.

Penjelasan Tari Kecak Bali

sejarah tari kecak

Tari Kecak adalah sebuah kesenian tari dari Bali yang mempunyai filosofi dan arti yang sangat mendalam dan sakral di dalamnya. Maksudnya, Tari Kecak berkaitan dengan pesan moral, nilai-nilai religius dan estetika. Sehingga tidak hanya sekedar hiburan dan seni semata.

Nama lain Tari Kecak adalah Tari Sanghyang, Tari Api atau Tari Cak. Karena pada suatu sesi para pemain beramai-ramai mengeluarkan suara cak-cak-cak yang menawan dan kompak.

Yang menjadi perbedaan dengan jenis tari lainnya yang ada di Indonesia bahwasanya dalam Tari Kecak tiak dibarengi dengan bunyi alat musik satu pun seperti gamelan atau yang lainnya. Cuma dibarengi suara sekelompok penari pria sebanyak 70 orang layaknya paduan suara.

Benar-benar tanpa alat musik. Perbedaan lainnya, Tari Kecak mengandung unsur seni peran. Para penari pria itu duduk melingkar tanpa memakai baju. Tapi hanya menggunakan celana hitam yang ditutupkan di atasnya kain kotak-kotak seperti warna papan catur.

Lalu kapan Tari Kecak dipentaskan di Bali? Umumnya Tari Kecak dipentaskan pada saat berlangsungnya sebuah upacara keagamaan. Jadi tidak setiap hari anda bisa menyaksikan aksi Tari Kecak di Bali.

Gerakan tari Kecak akan diisi dengan suatu sesi dimana seorang penari mengalami kerasukan roh lalu dapat berbincang-bincang dengan para leluhur yang sudah mati atau para dewa yang suci.

Selanjutnya penari itu akan mengeluarkan suara-suara aneh sebagai perwujudan sabdaNya dan melakukan berbagai gerakan yang sangat berbahaya di luar perkiraan manusia.

Asal Usul dan Pencipta Tari Kecak

sejarah tari kecak

Tari Kecak sendiri diciptakan oleh pria bernama lengkap Wayan Limbak pada tahun 1930 yang membuat namanya menjadi sangat populer.

Seiring berjalan waktu, pada tahun yang sama Wayan Limbak dibantu seorang pelukis ternama berkewarganegaraan Jerman, Walter Spies memperkenalkan Tarian Kecak ke seluruh mancanegara. Kerja kerasnya membuahkan hasil dengan semakin populernya tarian Kecak di dalam negeri sampai ke luar negeri.

Gerakan Tari Kecak

Bagi anda yang belum mengetahui bagaimana bentuk tari Kecak maka tarian ini dimainkan oleh beberapa penari pria. Mereka menari dengan mengangkat tangan ke atas sambil mengucapkan kata-kata cak cak secara berulang-ulang dan serentak.

Hingga menyerupai paduan suara. Atas bunyi cak-cak yang dilantunkan secara keras dan berkelompok. Itulah sebab dinamakan Tari Kecak.

Adapun alat musik yang digunakan hanyalah bunyi kincringan yang dipakai di bagian pergelangan kaki oleh penari yang memerankan tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana. Seperti Hanoman dan Dewi Shinta.

Para tokoh cerita dalam kisah Ramayana seperti Shinta, Rahwana, Ramayana dan Hanoman tersebut menari-nari di sebuah lingkaran yang dibentuk oleh para penari pria yang berjumlah 70 orang.

Di tengah lingkaran tersebut tersaji pertunjukan seorang pria bernama Ramayana yang sedang berjuang untuk membebaskan Shinta dari cengkeraman Rahwana sebagai raja yang jahat. Tarian ini berarti juga mengisahkan tentang pertarungan kebaikan dan kejahatan.

Untuk tokoh kebaikan digambarkan dalam sosok Hanoman, Ramayana dan Shinta. Sedangkan tokoh kejahatan diperankan oleh Rahwana. Pada akhir episode, Shinta dapat dibebaskan dari cengkeraman Rahwana yang serakah.

Fungsi Tari Kecak

sejarah tari kecak

Bagi sebagian orang pastinya bertanya-tanya apa fungsi dari tari kecak? Berikut ini kumpulan fungsi tari kecak, antara lain :

1. Mempunyai nilai estetika seni sangat tinggi

Manusia merupakan makhluk indah dan menyukai keindahan. Begitulah sehingga tercipta tari Kecak. Yang walaupun tidak dibarengi dengan alat musik tertentu seperti gamelan.

Namun tetap mampu menghadirkan nilai seni yang cukup tinggi di dalamnya dan enak disaksikan setiap turis yang datang ke Bali tanpa mengenal agama apapun. Nilai seni tergambar dari bunyi suara cak cak yang sangat kompak dan keras.

Lalu di dalamnya terdapat sebuah drama kisah epik Ramayana yang menghibur. Gerakan tari kecak kompak dan seirama.

2. Bersifat sakral sebagai sarana meminta pertolongan Tuhan

Di dalam seni Tari Kecak terdapat sebuah episode dimana Shinta yang dalam genggaman Rahwana meminta bantuan Tuhan. Begitupula yang dilakukan oleh Rama yang meminta bantuan Tuhan atau Dewata untuk membebaskan Shinta dari tangan Rahwana.

Hal tersebut mengandung maksud dan fungsi bahwasanya selesai pertunjukan Tari Kecak, setiap orang harus menumbuhkan sikap mempercayai kehebatan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Tuhan tidak akan pernah diam. Ia akan senantiasa menolong orang baik.

3. Mengusir roh jahat

Tari Kecak sebagai tarian sakral juga berfungsi untuk mendatangkan kekuatan roh Dewi Tilotama atau Dewi Suprabha yang berguna untuk menghindarkan masyarakat Bali dari berbagai roh jahat dan mengusir berbagai penyakit yang ada di wilayah pulau Dewata selamanya.

4. Memberikan pesan moral

Fungsi lainnya dari Tari Kecak adalah memberikan pesan moral kepada masyarakat luas. Berikut ini beberapa pesan moral yang terkandung dalam tari Kecak, antara lain :

untuk bersikap setia dengan pasangan layaknya Rama dan Shinta, berani berkorban seperti tokoh Burung Garuda yang sudi berkorban menggunakan kedua sayapnya untuk membebaskan Shinta dari tangan jahat Rahwana.

Dan setiap orang jangan mempunyai sifat jelek bak Rahwana yang rakus dan sering membawa kepunyaan orang lain dengan paksa.

Properti tari Kecak

Untuk kostum atau properti tari Kecak terdiri dari :

1. Selendang. Yang digunakan oleh sejumlah penari pria kecak yang mempunyai motif kotak kotak mirip papan catur.

2. Gelang Kincringan. Yang dipakaikan di pergelangan kaki dan tangan. Sehingga menimbulkan suara gemerincing ketika melakukan tarian.

3. Tempat Sesaji

4. Topeng

Penghargaan Tarian Kecak

Pada tanggal 25 Februari 2018, Tari Kecak mencatatkan sejarah baru. Dimana tarian yang berasal dari Bali ini berhasil dipentaskan oleh 5555 orang penari di Pantai Berawa. Sebuah rekor baru yang belum pernah ada. Yang membuat Tari Kecak memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Jadi jika anda pergi liburan ke pulau Dewata Bali maka jangan lewatkan untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak yang menghibur dan sakral. Tak lengkap rasanya apabila anda berlibur ke Bali tanpa menonton tarian Kecak yang populer dan bercita rasa seni tinggi. Cak cak cak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *