3 Sifat dan Perbuatan yang Menghanguskan Sedekah

Sedekah adalah amalan yang begitu penting. Sangat banyak dalil yang menuturkan keutamaan amalan ini.

Namun, jangan pernah keutamaan yang besar itu, tidak kita capai sebab kita lakukan tiga perihal tersebut:

Sombong dalam Bersedekah

sia sia dalam sedekah

Pertama: Al-Mann, yakni menyebut-nyebut pemberian sedekah

Bila seorang lakukan al-mann, tunjukkan tanda-tanda ketidakikhlasan dianya dalam bersedekah. Al-mann ini pula memberikan indikasi sikap orang yang sombong di depan manusia.

Dengan menyebut-nyebut pemberian sedekah di depan orang yang dia berikan sedekah, ia menunjukkan keunggulan dianya pada orang itu. Tindakan ini dapat menyakiti hati orang yang lain, hingga Allah ta’ala melarang tindakan jelek ini.

Agar tidak terjerumus dalam kesombongan ketika bersedekah ada beberapa cara untuk menghindarinya. Salah satunya adalah dengan sedekah online. Cara ini bisa meminimalisir sifat sombong.

Menyakiti di Penerima

Ke-2: Al Adzaa, yakni menyakiti orang yang dikasihkan sedekah

Makna asal al-adzaa ialah tiap-tiap tindakan yang merugikan atau menyakiti orang yang lain. Oleh karenanya, tiap-tiap orang yang bersedekah, dilarang lakukan perihal yang dapat menyakiti orang yang dikasih sedekah, misalnya:

  • Sombong di hadapannya
  • Merendahkan kehormatannya
  • Mengolok-olok dianya
  • serta tiap-tiap tindakan yang dapat membuat dianya terlukai, baik fisik ataupun perasaannya

Riya dalam Bersedekah

Ke-3: Riya’, yakni memperlihatkan amalnya pada manusia sebab ingin mendapatkan pujian.

Diantara yang membuat sedekah tidak di terima ialah sedekah yang dikerjakan tidak ikhlas. Ada yang bersedekah akan tetapi ingin dikatakan sebagai orang yang dermawan atau ingin mencari pujian tinggi.

Walau sebenarnya amalan yang di terima ialah amalan yang ikhlas sebab Allah. Sebab sedekah ialah beribadah yang mulia. Bila tidak dimurnikan beribadah itu cuma untuk Allah, jadi beribadah itu jadi percuma.

Ibnul Qayyim dalam Al Fawaid menjelaskan, “Tidak mungkin dalam hati seorang menyatu pada ikhlas serta berharap pujian dan tamak pada sanjungan manusia terkecuali seperti air serta api.”

Seperti kita kenali jika air serta api mustahil sama-sama menyatu, bahkan juga kedua-duanya juga bakal sama-sama memusnahkan. Demikian ikhlas serta pujian, benar-benar akan tidak menyatu. Menginginkan pujian dari manusia dalam amalan tanda-tanda tidak ikhlas.

Ada yang bertanya pada Yahya bin Mu’adz, “Kapan seseorang hamba dimaksud melakukan perbuatan ikhlas?” “Jika keadaanya serupa dengan anak yang menyusui. Coba lihat anak itu ia tak akan perduli bila ada yang memberikan pujian pada atau mencelanya”, jawab Yahya.

Muhammad bin Syadzan berkata, “Hati-hatilah ketamakan ingin mencari posisi mulia disamping Allah, akan tetapi di lain sisi masih tetap mencari pujian dari manusia”. Tujuan beliau ialah ikhlas tidak dapat dipadukan dengan tetap berharap pujian manusia dalam beramal.

Oleh karenanya, golongan muslimin yang akan bersedekah, sebaiknya menghindari dianya dari tindakan riya’ (ingin pamer & mendapatkan pujian orang), sebab tindakan ini dapat meniadakan pahala sedekah benar-benar, bahkan juga memperoleh dosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *