kebiasaan orang bali

5 Kebiasaan Orang Bali yang Menarik Para Wisatawan

Kebiasaan Orang Bali – Para penduduk negara Indonesia terdiri dari berbagai macam agama, suku, ras dan golongan yang masing-masing memiliki adat istiadat tersendiri. Hal inilah yang membuat tanah air tercinta mempunyai berjuta warna budaya.

Pengertian adat istiadat adalah sebuah kebiasaan yang terdapat di suatu wilayah. Setiap ras, suku maupun golongan mempunyai adat kebiasaan yang berbeda. Misalkan kehidupan sehari-hari orang Bali pastinya berbeda dengan kebiasaan orang betawi, jawa, maluku dan lain sebagainya.

Sebagai negara yang kaya akan adat istiadat dan budaya mestinya kita bersyukur. Dimana kita bisa saling mengenal antara adat istiadat suatu suku di dalam lingkungan negara kesatuan Republik Indonesia.

Sesuai semboyan negara Indonesia yakni Bhinneka Tunggal Ika yang berarti walaupun negara Indonesia berbeda-beda suku, bahasa daerah, ras, dan agama tapi tetap satu dalam negara Indonesia.

Salah satu daerah di Indonesia yang masyarakatnya memiliki adat istiadat, kebiasaan dan budaya tersendiri yang berbeda dengan masyarakat di daerah lainnya adalah Bali. Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu mempunyai sebuah kebiasaan yang unik dan menarik. Anda perlu mengetahui beberapa kebiasaan orang Bali.

Kebiasaan Orang Bali Sangat Ramah dan Baik Hati

 

kebiasaan orang bali

Masyarakat Bali mempunyai sikap yang ramah tamah terhadap para tamu maupun wisatawan. Hal ini diwariskan dari leluhurnya secara turun temurun sampai saat ini. Bali yang di dalam peta tergambar sebagai sebuah pulau kecil menjadi daya tarik bagi para wisatawan domestik dan mancanegara.

Karena di pulau ini terdapat berbagai destinasi wisata yang mempesona terutama pantai yang paling terkenal yakni Pantai Kuta.

Sikap ramah tamah masyarakat Bali membuat para wisatawan betah berlama-lama berada di Bali. Mereka bukan hanya terbiasa bersikap ramah tamah tapi juga dalam kehidupan sehari-hari sudah terbiasa berlaku baik, sopan santun dan dapat menghargai orang lain.

Tidak ada aturan yang diterapkan bagi para wisatawan yang datang ke pulau Bali yang berlainan ras, suku dan agama. Dengan sikap yang baik, sopan, ramah dan saling menghargai ini membuat daerah Bali sangat nyaman dan aman dikunjungi.

Sehingga mendapatkan predikat daerah wisata terbaik di dunia. Dimana di Bali sangat jarang terjadinya kejahatan kriminal maupun isu pergesekan sara. Masyarakat Bali dengan pendatang hidup rukun dan damai.

Jika anda merencanakan untuk pergi liburan ke pulau Bali di tahun 2018 maka destinasi wisata pulau Bali merupakan pilihan yang bijak. Berlibur di pulau Bali akan terasa menyenangkan dengan dukungan pesona alam yang sangat indah disertai kebiasaan masyarakat Bali sehari-hari yang sangat ramah tamah, sopan dan bersahaja.

Kebiasaan Makan Orang Bali

kebiasaan orang bali

Kebiasaan setiap orang berbeda-beda. Salah satunya tergantung lingkungan yang mempengaruhinya. Begitupula orang Bali mempunyai kebiasaan makan yang berlainan dengan budaya suku lain yang ada di Indonesia.

Seperti betawi, jawa, sunda, maluku dll. Salah satu kebiasaan orang Bali adalah saat ia hendak sarapan pagi selalu melakukan sebuah ritual yang bernama Mesaiban. Mesaiban adalah suatu ritual sakral berskala kecil yang diadakan sebagai bentuk persembahan bagi Bhuta Kala sebelum acara makan pagi dimulai.

Supaya Bhuta Kala tak mengusik kegiatan manusia. Ritual ini dilakukan sebagai ucapan rasa syukur masyarakat Bali atas rejeki yang diperoleh saat ini. Mesaiban umumnya dilaksanakan setiap pagi sesudah ibu-ibu mengolah masakan di dapur.

Kebiasaan Orang Bali Berbagi & Karma Phala

kebiasaan orang bali

Yang tak kalah menarik dari adat istiadat masyarakat Bali adalah sikapnya yang pemurah khususnya pada waktu terjadi upacara keagamaan yang disebut dengan ngejot. Dimana masyarakat Bali saling memberikan makanan kepada orang lain atau sesama dalam lingkup masyakarat sekitar.

Akibat pengaruh tradisi ini, masyarakat Bali yang menganut agama selain Hindu pun melakukan kebiasaan ini.Yang membuat terciptanya persaudaraan sesama manusia dan kerukunan hidup antar umat seagama dan beragama di Bali.

Kebiasaan masyarakat Bali lainnya adalah soal kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari mengenai adanya hukum karma Phala. Sebuah keyakinan bahwasanya jika manusia melakukan perbuatan baik maka akan mendapatkan hasil yang baik pula.

Sebaliknya, jika ia melakukan perbuatan buruk maka akan mendatangkan hasil yang buruk. Hasil perbuatan tersebut langsung dapat dirasakan saat ini, di esok hari maupun di hari akhirat atau hari kebangkitan.

Dengan keyakinan yang sangat kuat terhadap hukum Karma Phala itulah membuat masyarakat Bali selalu berbuat yang paling baik supaya hasilnya dapat diperoleh kebaikan juga. Yang membuat lingkungan di Bali sangat aman dan sangat rendah tingkat kejahatan dan kriminalitas.

Kebiasaan Sopan Santun

Kebiasaan orang Bali lainnya yang tak kalah menarik adalah senantiasa bersikap sopan santun. Sikap demikian umumnya ditunjukkan kepada orang tua maupun para pelancong yang datang ke pulau Bali.

Kepada orang yang lebih tua, mereka akan mengucapkan kata-kata sopan dengan bahasa orang Bali yang halus sekali. Kebiasaan masyarakat Bali, seseorang yang menunjuk sesuatu menggunakan kaki maupun tangan kiri sangatlah tidak sopan.

Jika terpaksa ia harus menunjuk sesuatu dengan tangan kiri disebabkan tangan kanan sedang sakit atau sibuk maka orang Bali tersebut biasanya terlebih dulu mengatakan kata “maaf” atau dalam bahasa Bali adalah tabik.

Nyepi Kebiasaan Orang Bali

Inilah kebiasaan orang Bali yang sangat terkenal di dalam negeri hingga ke luar negeri. Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu selalu melakukan ritual keagamaan nyepi pada waktu hari raya Nyepi berlangsung.

Pada saat hari raya nyepi berlangsung, masyarakat Bali berada di dalam rumah atau kamar masing-masing untuk melakukan perenungan diri. Dimana mereka tidak diperbolehkan bepergian atau keluar rumah, lampu dan aliran listrik dimatikan secara serentak serta aktifitas manusia sehari-hari dihentikan.

Bahkan bandara internasional Ngurah Rai Bali yang super sibuk dengan aktifitas sehari-hari dihentikan beberapa saat.

Dinamakan hari raya Nyepi karena masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu benar-benar menyepi di dalam kamar dan rumah mereka tanpa penerangan dan tanpa listrik. Lingkungan desa sangat sepi dan tak ada kegaduhan sedikitpun.

Akan tetapi, jalan umum dibuka sebagaimana biasa dan dapat dipergunakan oleh masyarakat beragama lain. Sehingga yang tampak sebuah desa yang kesunyian dan sepi terhadap aktifitas warga masyarakat desa setempat.

Biasanya pada saat ini, orang-orang yang beragama non Hindu seperti Islam turut serta membantu menjaga keamanan desa-desa tersebut.

Kesimpulan

Setelah menyaksikan sejumlah kebiasaan positif dari masyarakat Bali yang ramah dan baik hati pada para pendatang tentu saja membuat anda nyaman ketika berlibur dan berada di Bali.

Selain berlibur untuk melihat pemandangan alam yang cantik dan mempesona, anda pun bisa melihat keramah tamahan penduduk Bali dengan pakaian khasnya.

Orang Bali juga sangat murah tersenyum kepada orang yang sudah dikenalnya maupun kepada orang yang belum dikenalnya sebagai bentuk keramah tamahan masyarakat Bali terhadap sesama manusia yang diturunkan secara turun temurun.

Jarang sekali anda mendapatkan kebiasaan orang Bali yang jutek. Kebiasaan inilah yang membuat masyarakat Bali mudah akrab dengan para wisatawan domestik dan luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *