asal usul reog ponorogo

Asal Usul Reog Ponorogo | Pengertian | Jenis | Sejarah

Asal Usul Reog Ponorogo – Jika mendengar kesenian Reog Ponorogo apa yang sobat bayangkan? Tentu saja sebuah kebudayaan tari khas tradisional yang berasal dari daerah Ponorogo Jawa Timur.

Pertunjukan aksi Reog Ponorogo selalu mendapat antusias dari masyarakat luas sehingga dipenuhi para penonton dan memperoleh sambutan positif dimana-mana. Gerakan para penari lincah sekali didukung nilai estetika oleh topeng reog yag sangat besar atau Warok.

Pertunjukan aksi reog Ponorogo di kota asalnya biasanya dilakukan satu tahun satu kali pada berbagai aktifitas sosial, dalam rangka menyambut tamu negara, menyemarakkan hari ulang tahun kabupaten Ponorogo, perayaan hari kemerdekaan republik Indonesia, even bersih desa, perayaan hari besar nasional, dan menjelang bulan syuro.

Jenis Reog Ponorogo

asal usul reog ponorogo

Ada dua jenis reog Ponorogo yaitu reog tradisional yang dipentaskan satu tahun sekali. Kedua, reog obyog yang ditampilkan setiap saat sebagai sarana hiburan bagi masyarakat setempat. Sehingga jelaslah, reog tertua di Ponorogo adalah reog tradisional.

Untuk reog tradisional mempunyai formasi lakon yang sangat lengkap antara lain : Klono Sewandono, Dadak Merak, Warok, Bujang Ganong, dan Jathil. Sedangkan reog obyog mempunyai formasi pemain lebih sederhana. Dimana hanya mencakup bujang ganong, dadak merak dan jathil.

Perbedaan lainnya pada reog obyog dan tradisional dapat dilihat dari frekuensi pertunjukan. Pada reog obyog lebih sering dipentaskan ketimbang reog tradisional yang satu tahun sekali.

Reog obyog yang para pemainnya lebih sederhana seringkali dipentaskan pada berbagai event dan acara. Semisal syukuran, pernikahan, hajatan dan lain sebagainya.

Asal Usul Reog Ponorogo

asal usul reog ponorogo

Reog Ponorogo merupakan budaya asli Indonesia yang diakui oleh dunia internasional dan termasuk warisan budaya dunia. Walaupun kesenian ini pernah diklaim milik negara Malaysia. Namun fakta membuktikan, Reog Ponorogo merupakan milik bangsa Indonesia.

Kesenian Reog Ponorogo sesuai namanya berasal dari daerah Ponorogo Provinsi Jawa Timur. Inilah yang menjadi ikon dan ciri khas kota Ponorogo. Di pintu gerbang kota ini akan terpajang hiasan gemblak atau warok yang menjadi properti reog.

Sebagai kesenian tradisional khas Jawa Timur, Reog Ponorogo mengandung unsur ilmu kebatinan dan mistis.

Pengertian Reog Ponorogo

asal usul reog ponorogo

Reog Ponorogo adalah kesenian tradisional khas daerah Ponorogo yang mempunyai unsur estetika dan makna yang terkandung di dalamnya.

Reog Ponorogo yang pernah diklaim berasal dari negara tetangga, Malaysia ini merupakan warisan budaya dari nenek moyang bangsa Indonesia. Sehingga negara Indonesia sebagai pemilik sah kebudayaan Reog Ponorogo satu-satunya di dunia.

Klaim yang dibuat pemerintahan Malaysia terhadap kesenian Reog Ponorogo hanyalah asumsi semata. Berdasarkan bukti di lapangan bahwa orang-orang yang berasal dari daerah Ponorogo Jawa Timur banyak yang berdiam diri di Malaysia.

Kemudian mereka membaurkan diri dengan penduduk Malaysia dan melakukan pertunjukan Reog Ponorogo dalam kehidupannya. Sehingga tetap saja kesenian Reog Ponorogo asal usulnya berasal dari Indonesia khususnya Jawa Timur.

Sejarah Reog Ponorogo Versi Ki Ageng Kutu

Berdasarkan sumber data dan literatur yang sah dijelaskan bahwa sejarah keberadaan Reog Ponorogo diawali pada tahun 1920.

Namun ada sebagian kalangan yang berpendapat bahwa sejarah Reog Ponorogo berawal dari kisah pemberontakan Ki Ageng Kutu kepada kerajaan Majapahit yang pada waktu itu dipimpin oleh Raja Bhre Kertabhumi.

Raja Majapahit terakhir ini pada masa kekuasaannya marak sekali terjadi tindakan korupsi dan dipengaruhi sekali oleh pihak istri tercinta. Hal itulah yang membuat Ki Ageng Kutu marah besar dan melakukan pemberontakan kepada kerajaan Majapahit.

Ki Ageng mengatur strategi. Ia membangun padepokan yang beranggotakan banyak kawula muda. Di tempat ini, para kawula muda diberikan ilmu kesempurnaan hidup, seni bela diri, dan ilmu kekebalan tubuh.

Ia berharap para kawula muda yang ia didiknya bisa menjadi generasi penerus yang dapat membangkitkan kejayaan kerajaan Majapahit yang telah goyah.

Namun ia menyadari bahwasanya kekuatannya sangat lemah dan masih kalah jauh dengan kekuatan kerajaan Majapahit.

Oleh sebab itu, ia mengambil langkah damai secara politis dengan mengadakan pertunjukan seni Reog Ponorogo di tengah-tengah masyarakat yang di dalamnya terkandung sindiran atau pesan-pesan politis dari Ki Ageng Kutu terhadap pemerintahan Raja Kertabhumi. Sehingga jelaslah makna tari Reog Ponorogo adalah bersikap pesan-pesan politis.

Makna Tari Reog Ponorogo

Dalam pentas kesenian Reog Ponorogo ada beberapa lakon yang akan anda temui. Seperti orang yang menggunakan topeng berkepala singa yang populer disebut Singa Barong sebagai simbol Raja Kertabhumi.

Di badan atas Singa Barong tampak bulu merak yang tertancap dalam jumlah banyak mirip kipas besar. Hal ini sebagai simbol pengaruh pihak istrinya yang sangat besar dalam memegang kendali kekuasaan negara.

Sedangkan orang-orang yang menunggangi kuda disebut juga jatilan. Mereka adalah simbol kekuatan kerajaan Majapahit yang sangat besar jumlah pasukannya dan sangat kuat.

Lalu pada sisi lain ada orang yang menggunakan topeng singabarong disertai badut adalah simbol Ki Ageng Kutu. Berat topeng yang ia pikul menggunakan gigi kuatnya seberat 50 kilogram lebih secara sendirian.

Sejak dipentaskan di khalayak umum membuat pertunjukan Reog Ponorogo sangat populer di masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai simbol perlawanan. Namun saat itu, Raja Bhre Kertabhumi tidak tinggal diam.

Beliau dan seluruh pasukannya menyerang padepokan Ki Ageng Kutu hingga dapat didamaikan oleh para warok. Sejak saat itulah, Reog Ponorogo dilarang dipentaskan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya.

Akan tetapi, sebagian murid-murid Ki Ageng Kutu tetap melanjutkan pertunjukan Seni Reog Ponorogo hingga mendapatkan tempat di hati masyarakat. Namun demikian ada beberapa penambahan dalam alur cerita dan tokoh-tokoh yang dimainkan sesuai cerita daerah.

Seperti adanya tokoh Sri Genthayu, Kelono Sewandono dan Dewi Songgolangit. Hingga saat ini Reog Ponorogo masih dilestarikan sebagai kekayaan budaya khas daerah Jawa Timur.

Sejarah Reog Ponorogo Versi Prabu Kelana Sewandana

Adapula yang berpendapat sejarah asal usul Reog Ponorogo berawal dari kisah Prabu Kelana Sewandana. Beliau adalah seorang Raja dari Kerajaan Bantarangin yang sedang melakukan pencarian terhadap calon istrinya, Dewi Sanggalangit.

Calon permasuri sekaligus calon istrinya tersebut yang merupakan putri dari Raja Kediri telah kabur dari istana disebabkan tak mau dijodohkan bersama Prabu Kelana Sewandana.

Raja Bantarangin pun mencari Dewi Sanggalangit berhari-hari lamanya. Hingga ia menemukannya sedang bersemedi di suatu gua. Tanpa banyak kata, Prabu Kelana mengajak Dewi Sanggalangit untuk pulang ke istana dan melangsungkan pernikahan. Namun sang putri Kediri tidak mau menuruti permintaannya. Ia memilih untuk berdiam diri di dalam gua.

Prabu Kelana tidak putus asa. Ia pun berjanji jika Dewi Sanggalangit mau pulang ke Kerajaan Bantarangin dan menikah dengannya semua keinginannya akan ia penuhi. Dewi Sanggalangit meneruskan semedi.

Kemudian ia memperoleh bisikan gaib agar ia meminta kepada Prabu Kelana berupa suatu kesenian yang baru sama sekali atau tidak pernah ada sebelumnya di dunia. Prabu Kelana pun menciptakan kesenian Reog Ponorogo.

Setelah menyaksikan pertunjukan Reog Ponorogo, Dewi Sanggalangit pun puas dan kemudian menikah dengan Prabu Kelana Sewandana yang diiringi dengan tarian Reog Ponorogo yang meriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *